Wednesday, June 20, 2012

Some Stories From SHAKE - FAB FAMILY

Ceritakan sedikit tentang latar belakangmu?
Saya lahir di Dumai, Riau 1983, pindah ke Bandung setelah kelas 1 SMA dan kuliah di STISI (Sekolah TinggiSeni Rupa dan Desain Indonesia). Saya menyukai graffiti dari SMA. Lebih dalamnya lagi setelah saya masuk komunitas hip hop di Bandung yaitu Impartial dan saya bertemu dengan Sugarah dan Spydee (Stereoflow) dari grup BDG CLICK. Di sana saya banyak diajarkan tentang dasar dari graffiti yaitu Tagging, dan dari tag berkembang ke Letter. Saya juga bergabung bersama mereka membentuk crew graffiti dengan nama Tag Team. Saya baru berani turun ke jalan tahun 2002. Dan sekarang saya bergabung di FAB Family (IND), PHBKLK (KL), ZNC (SG).

Ceritakan mengapa menggunakan  streetname “Shake”?
Sebenarnya simple, saya mengambil nama ini dari judul lagu di album Spydee yaitu “Shake Ya Can”. Lagu itu menceritakan tentang graffitiyang dinyanyikan oleh personil Tag Team sendiri.
Sumber: http://dripsndrops.com
Bagaimana kamu menghabiskan waktu luangmu?
Biasanya makan-tidur-makan-tidur-graffiti-makan-tidur, tapi sekarang ada kerjaan sedikit yaitu menjaga toko Drips N Drops, hehe.

Menurut kamu apakah graffiti itu?
Graffiti adalah Letters!

Bisa jelaskan secara singkat style artworkmu? Apakah kamu terinspirasi dari artis lain?
Style yang saya suka Wildstyle, inspirasi saya: Shadow Oner, GF, C3P, Stereoflow, dan teman-teman FAB.
Sumber: http://fc06.deviantart.net
Apakah ada pesan tertentu yang ingin kamu sampaikan di dalam setiap kamu membuat artwork?
Saya tidak ada pesan tertentu pada saat membuat artwork, yang penting enjoy aja.

Selain media tembok, media apa saja yang kamu pergunakan?
Kayu, kanvas, kertas, besi, apa aja sih, bebas.
Ceritakan suka-dukamu dalam dunia street art!
Dukanya apa ya? Lupa :D
Sukanya: Punya banyak teman dan bisa gambar di mana saja di dalam negeri dan luar negeri. Dan bisa bertahan di jalur graffiti sampai sekarang itu sudah menjadi hal yang menyenangkan.
Apajkah ada artis lokal maupun luar negeri yang kamu suka?
Artis lokal: Hampir semua saya suka. Apalagi yang masih bertahan sampai sekarang dan masih terus gambar.
Artis luar: Banyak banget! Saya suka melihat lettering, coloring & technique.

Apakah ada kota yang paling kamu kunjungi untuk membuat artwork di sana?
Saya ingin sekali mengunjungi semua kota di Indonesia untuk menambah teman.
Bagaimana perkembangan scene graffiti di daerahmu?
Alhamdulillah, sampai sekarang banyak yang terus gambar. Walaupun tidak seramai 2005-2007.

Bagaimana perkembangan scene graffiti di Indonesia?
Scene di Indonesia semakin menggila! Saya lihat skill para writer semakin kacawwww…ambyarrrrr…
Sumber: http://fabfamilyfoundation.com/
Sebutakn hal yang paling kamu suka dan paling kamu benci?
Saya suka: Makan dan gambar
Saya benci: Pengen gambar tapi ga ada cans J

Apakah menjelang tua kamu terus akan membuat graffiti?
Maunya sih gitu, sampe tuaterus gambar..semoga kuat..AMIN.

Sumber: http://1.bp.blogspot.com

Monday, June 18, 2012

Surabaya Character Meet Up


     Event yang satu ini memang cukup menghilangkan dahaga kita sejenak, dimana Surabaya akhir-akhir ini memang cukup sepi event event street art atau semacamnya. Dan lagi-lagi teman-teman Cemix Artcore yang dimotori oleh Aden BXRX selaku street artist di Surabaya yang mengusung event ini untuk digulirkan ke Cosmic Shop sebagai media kerjasama. Dengan mengusung tema “character meet up” dimana Aden berharap para street artist di Surabaya yang terpilih untuk perform di acara ini dapat menyuguhkan character-charater gambarnya masing-masing yang berupa character/sosok yang mewakili karakter mereka. Ada beberapa street artist yang terpilih dalam event kali ini, yang notabene berdomisili di Surabaya dan Sidoarjo. Seperti A.B.C, OneLOVE, BXRX, dll. Sedangkan untuk Sidoarjo sendiri diwakilkan oleh Hole yang mungkin total sekitar 15 lebih street artist yang turut serta di event ini.
Sumber: http://i979.photobucket.com
Sumber: http://i979.photobucket.com
Sumber: http://i979.photobucket.com
     Event dimulai pada hari minggu sekitar pukul 10.00, namun ada sedikit kendala teknis yang akhirnya event ini dapat dimulai pada pukul 12.00. Namun itu tidak menyurutkan para penikmat seni urban jalanan untuk tetap melihat event ini. Untuk spot gambar sendiri area skatepark cosmic shop yang menjadi incaran para street artist ini. Dengan panjang tembok sekitar 10 meter dan lebar sekitar 3 meter, mereka mengisi setiap ruang kosong yang ada diarea tersebut. Cukup banyak antusias teman-teman penikmat streetartist yang menyaksikan acara ini, dan merekapun turut larut untuk bisa menggambar bersama.

Sumber: http://i979.photobucket.com

Sumber: http://i979.photobucket.com
Sumber: http://i979.photobucket.com
Sumber: http://i979.photobucket.com
     Pukul 15.00 event ini masih berjalan. Dan beberapa gambar dari teman-teman pun sudah banyak yang selesai, selebihnya masih dengan santai menggambar character mereka masing-masing. Beragam bahan cat tersedia, mulai dari aerosol, cat tembok dan spidol marker menghiasi tiap dinding skatepark cosmic dengan gaya mereka masing-masing, serta aroma aerosol bercampur sedikit alcohol yang cukup menyengat mereka asyik menggambar, bersenda gurau dan bertegur sapa satu sama lain, sungguh suasana yang sangat jarang ditemui. Hal ini menunjukan bahwa Surabaya masih bergerak dan terus bergerak.



Hole | Sumber: http://i979.photobucket.com

Sumber: http://i979.photobucket.com
Sumber: http://i979.photobucket.com

Saturday, June 16, 2012

Sejarah Graffiti Part 6 - Survival Of The Fittest 1982 - 1985

Graffiti Removing
     Selama awal hingga pertengahan tahun 1980-an, budaya graffiti mulai luntur perlahan akibat beberapa faktor. Beberapa diantaranya terkait langsung dengan budaya graffiti itu sendiri, beberapa yang lain berhubungan dengan masyarakat. Perdagangan kokain semakin mewabah ke dalam kota. Akibatnya, perdagangan senjata api pun turut meningkat. Suasana di jalanan semakin menegang. Pemerintah memberlakukan peraturan untuk membatasi penjualan cat untuk anak dibawah umur Para pedagang juga mulai meletakkan cat pada etalase yang terkunci, sehingga membuat pencurian menjadi sulit untuk dilakukan. Para writer terkadang mencuri untuk memenuhi kebutuhan amunisinya karena selain kebutuhan cat cukup banyak dan harganya mahal, terdapat sebuah kebanggaan tersendiri bila mereka mendapatkan amunisi dengan cara mencuri dari toko. Dan pemerintah sedang membuat undang-undang agar hukuman dari pembuatan graffiti menjadi lebih berat.
Sumber: http://magyar.mashkulture.net
Sumber: http://magyar.mashkulture.net
Sumber: http://magyar.mashkulture.net
Sumber: http://magyar.mashkulture.net
Sumber: http://magyar.mashkulture.net
     Lapangan dan tempat parkir/pemberhentian akhir kereta dijaga dengan ketat. Banyak area bagus yang mulai sulit untuk diakses. Pagar-pagar pengaman yang lebih canggih mulai banyak digunakan dan diperbaiki dengan cepat disaat terjadi kerusakan. Penghapusan graffiti mulai sering digalakkan dan lebih teratur dari sebelumnya, yang mengakibatkan umur graffiti menjadi lebih pendek. Dari satu bulan bahkan hitungan hari. Hal ini membuat para writer frustasi dan banyak dari mereka memutuskan berhenti.
Penghapusan graffiti dengan cairan kimia | Sumber: http://www.chem-solutions.com
     Banyak dari mereka yang tidak begitu nudah putus asa, namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka masih tetap terbebani dengan keterbatasan tersebut. Mereka menerima keadaan baru ini sebagai tantangan. Karena keterbatasan dan sulitnya memperoleh amunisi, mereka menjadi sangat teritoris dan agresif. Mereka mulai mengklaim kepemilikan area dan tempat-tempat strategis. Mengklaim wilayah memang bukan hal baru dalam graffiti, namun dikarenakan keaadan yang seperti ini, hal itu menjadi lebih intens. Jika seorang writer menjajah wilayah tanpa perlindungan senjata, dapat dijamin orang tersebut dihajar dan dirampok seluruh suplai alatnya.


     Pada masa ini, kekuatan fisik, kekompakan tim layaknya gangster menjadi bagian utama dalam pergerakan graffiti. Banyak terjadi konflik dan perebutan wilayah yang melibatkan writer satu dan yang lainnya. Beberapa writer yang aktif di masa ini adalah Skeme, Dez, Trap, Delta, Sharp, Seen, Shy 147, Boe, West, Kaze, Spade 127, Sak, Vulcan, Shame, Bio, Min, Duro, Kel, T Kid, Mack,  Nicer, Brim, Bg 183, Kenn, Cem, Flight, Airborn, Rize, Jon 156, Kyle 156 dan X Men.
Kaze | Sumber: http://www.robotswillkill.com
Shy 147 | Sumber: http://durocia.com

Friday, June 15, 2012

Sejarah Graffiti Part 5 - Style Revival 1978 - 1981

Razor Gallery, NYC
    
     Aktivitas para writer muncul kembali pada akhir tahun 1977. Dengan tim seperti TDS, TMT, UA, MAFIA, TS5, CIA, RTW, TMB, TFP, TC5 dan TF5, medan perang kembali memanas. Para tim saling bersekutu dan saling mengalahkan untuk mendominasi areanya.


     Pada tahun 1980 situasi mulai menurun. Pagar halaman pemberhentian kereta yang menjadi jalan masuk mereka mulai diperbaiki secara konsisten dan serius. Para writer mulai berhenti dan mempertimbangkan sesuatu yang lebih penting. Banyak writer yang memikirkan karir mereka yang lebih baik daripada menghiasi kereta bawah tanah. Masyarakat mulai menerima para artis graffiti dengan cara yang lebih baik. Sebelumnya tidak ada respon positif pada saat diselenggarakan pameran umum di Razor Gallery di awal tahun 70an. Pada tahun 1979 Lee Quinnoes dan Fab 5, Freddie membuka pameran di Roma, bekerja sama dengan penjual barang seni, Claudio Bruni.


     Kemudian pada tahun 1980, banyak writer berbondong-bondong ke Esses Studio, yang merupakan perluasan dari Stephan Eins Moda & Patti Astor's Fun Gallery. Tempat dimana mereka bisa memamerkan karya karya merka kepada masyarakat umum tanpa harus melakukan vandalisme. Event ini dan event-event sejenis berikutnya menjadi poin-poin penting dalam melebarkan sayap para writer ke seluruh penjuru dunia. Pialang barang seni Eropa menjadi lebih sadar akan seni ini dan mulai menerima graffiti sebagai bentuk seni yang baru. Setelah itu, terdapat event-event yang memamerkan hasil karya dari Dondi, Lee, Zephyr, Lady Pink, Daze, Futura 200 dan lain-lain, yang membuat dunia sadar akan dunia tersembunyi di balik pemuda-pemuda New York.

Esses Studio | Sumber: http://mtn-world.com
Esses Studio | Sumber: http://mtn-world.com
Esses Studio | Sumber: http://mtn-world.com
Esses Studio | Sumber: http://mtn-world.com

Sejarah Graffiti Part 4 - The Peak 1975 - 1977

     Sebagian besar inovasi muncul di era ini. Semua standar dan aturan telah ditetapkan dan era baru telah dimulai. New York sedang kacau dan akibatnya sistem transportasi menjadi lumpuh dan terbengkalai. Disinilah terjadi gerakan graffiti dan vandalisme terbesar sepanjang sejarah.


     Pada masa ini, para writer mulai mendeskripsikian dirinya masing masing. Whole cars (mobil yang dihiasi penuh dengan graffiti) menjadi standar praktek mereka. Dan mulai memunculkan trend throw up. Throw up adalah sebuah gaya graffiti yang diadaptasi dari gaya Bubble style. Fungsi dan tujuannya hampir mirip dengan tag, namun throw up lebih seperti sebuah graffiti utuh yang disederhanakan dan waktu pengerjaannya pun lebih singkat.


     Throw up terbentuk dari font Bubble style dengan outline yang simple dan tidak terisi secara penuh karena waktu yang digunakan cukup singkat. Throw up mulai bermunculan dimana-mana, di lorong, kereta, tempat umum, dan banyak lainnya. Menurut saya kereta merupakan media paling prestisius, karena kereta merupakan salah satu alat transportasi umum yang cukup sering digunakan oleh masyarakat. Ditambah lagi kereta memiliki tempat pemberhentian yang menjadi waktu dan tempat eksekusi paling aman dan memungkinkan.

124ers
Throw Up | Sumber: http://streetfiles.org
Throw Up | Sumber: http://farm6.staticflickr.com
     Tim seperti POG, 3yb, BYB TC dan TOP memberikan kontribusi paling besar dalam perkembangan throw up ini. Ras terbentuk dari siapa yang mampu membuat throw up paling banyak. Throw up menjadi tren di tahun 1975 hingga tahun 1977, sejalan dengan tren whole car. Writer seperti  Butch, Case, Kindo, Blade, Comet, Ale 1, Doo2, John 150, Lee, Mono, Slave, Slug, Doc 109 menyebarkan tren whole car dimana-mana, diikuti oleh Tracy dan Cliff.

Whole Car | Sumber: http://1.bp.blogspot.com

Sejarah Graffiti Part 3 - Tag Movement: Scale




     Perkembangan berikutnya adalah skala. Para writer mulai membuat tag dalam skala lebih besar. Penyembur standar dari cat semprot hanya menghasilkan garis yang kurus, jadi pembuatan tag yang lebih besar akan menarik perhatian lebih besar dari tag standar. Para writer mulai meningkatkan ketebalan huruf dan memberikan garis outline dengan warna yang berbeda.

     Para writer menyadari bahwa cap dari produk lain dapat melebarkan semprotan cat yang dikeluarkan. Hal ini mengarah pada perkembangan menuju pembuatan 'piece' graffiti itu sendiri. Sulit untuk mengatakan siapa yang pertama kali melakukannya, namun writer yang lebih sering dikenal sebagai pelopor pada hal tersebut adalah Super Kool 223 dari Bronx dan WAP dari Brooklyn. Font yang lebih tebal diyakini dapat meningkatkan intensitas  ketenaran nama para writer dibandingkan membuat tag dengan garis yang kurus dan sulit untuk dilihat dari kejauhan.

     Para writer mulai mendekorasi interior font dengan berbagai macam bentukan. Awalnya polkadot, setelah itu muncul garis silang, bintang, kotak kotak, dsb. Desain tergantung dari kreatifitas para writer masing masing.

Super Kool 223 | Sumber: http://www.artaurbana.bravehost.com
     Suasana yang semakin kompetitif menyebabkan perkembangan font semakin meunuju ke gaya asli graffiti seperti yang ada pada jaman sekarang, yaitu Broadway Style yang diperkenalkan pertama kali oleh writer asal Philadelphia, Topcat 126. Jenis huruf seperti ini yang nantinya berkembang menjadi huruf blok, huruf miring dan huruf blockbuster. Setelah itu, Phase 2 memperkenalkan gaya baru yaitu Softie letters atau yang lebih dikenal sebagai Bubble letters. Dua gaya ini kemudian berkembang dengan penambahan beberapa elemen seperti bentukan panah, lengkungan, sambung menyambung antar huruf dan lain sebagainya. Modifikasi menjadi semakin komplek dan menjadi basis dari Mechanical Style atau lebih dikenal dengan sebutan Wild Style.
Topcat 126 | Sumber: http://subwayoutlaws.com
Broadway Style | Sumber: http://subwayoutlaws.com
Bubble Style | Sumber: http://fctags.s3.amazonaws.com
Wild Style | Sumberhttp://calligraphy-expo.com
Sekitar tahun 1974, Tracy 168, Cliff 159, Blade One mulai membuat graffiti dengan ilustrasi dan karakter disekitar font utama sebagai penghias tambahan. Disini juga merupakan awal mula trend graffiti pada mobil, umumnya van. Beberapa artis yang memulai diantaranya adalah AJ 161 dan Silver Tips.
Tracy 168 | Sumber: http://www.hobbsgallery.com
Blade One | Sumber: https://artsenglish.wikispaces.com

Graffiti pada van | http://justinryanbeck.files.wordpress.com
Graffiti pada van | Sumber: http://kimbriggs.com

Graffiti History Part 2 - Tag Movement: Style

     Setelah Taki 183 dari keluar di permukaan, beberapa writer mulai bermunculan. Dan para writer tersebut mulai mencari cara bagaimana untuk mendapatkan ketenaran. Salah satu caranya adalah membuat tag/mark yang unik dan berbeda diantara lainnya. Jenis font script dan kaligrafi mulai banyak dibermunculan disini. Para writermengembangkan tag mereka dengan memberi bentukan organik, bintang dan lainnya. Beberapa desain hanya bertujuan sebagai daya tarik visual dan ada beberapa diantaranya yang memiliki makna khusus dan tujuan tertentu. Sebagai contoh adalah penggunaan bentukan mahkota pada desain tag. Mahkota tersebut digunakan para writer segabai proklamasi bahwa diri mereka adalah raja. Saya jadi mengerti kenapa pada saat itu (tahun 2007) teman teman saya banyak yang memakai bentukan mahkota diatas tagnya.  Ternyata budaya tersebut sudah tercipta sejak lama dan masih terbawa hingga sekarang.  Kurang lebih seperti ini:

Contoh Tag Dengan Mahkota | Sumber: http://fc08.deviantart.net
Contoh Tag Dengan Mahkota | Sumber: http://www.artgraffiti.info

     Mungkin tag yang paling terkenal didalam sejarah graffiti adalah tag dari Stay High 149. Dia menggunakan stilasi dari rokok ganja sebagai garis horizontal pada huruf "H" dan stick figure yang ada pada film seri The Saint.

Tag Stay High 149 | Sumber: http://webringjustice.files.wordpress.com

    Stay High adalah nama alias dari Wayne Roberts. Lahir di Emporia, Virginia pada tahun 1950.  Tujuh tahun kemudian keluarganya bermigrasi ke Harlem. Ia dibesarkan ditengah kerusuhan sosial di jalanan yang terjadi pada saat itu. Dan akhirnya ia memutuskan tinggal jauh dari orang tuanya dan menetap di Grand Concourse, Bronx.

     Tidak butuh alasan berbelit untuk menjelaskan asal usul nama alias ini. Wayne bekerja sebagai pengantar pesan dan mengisi jam makan siangnya dengan menjual ganja. Semua orang dGrand Concourse mengetahui nama tersebut. Selama awal tahun '70an, dia memulai meenjumpai beberapa tag writer didalam transportasi umum yang ia tumpangi disaat bekerja dan pulang. Taki 183, Joe 182 dan Pray menjadi inspirasinya saat itu. Dan sejak saat itu dia mulai menghiasi kereta yang ia tumpangi dengan tag dirinya.

     Gaya tag Stay High berkembang pesat pada tahun 1972. Dia menambahkan elemen terakhir pada tagnya yaitu "Smoker".  Dia sangat fanatik dengan acara televisi "The Saint" yang diputar ulang di New York. Dia mengambil tokohnya dan menambahkan rokok pada karakter tersebut.

Smoker | Sumber: http://thisistrovegeneralstore.files.wordpress.com

Pada tahun 1973, New York Magazine mempublikasikan 8 halaman essai tentang pergerakan graffiti pada subway. Mereka memasukkan foto dari karya Stay High 149 yang terdapat pada kereta, serta foto diri dan tagnya. Dia tertangkap sebulan kemudian pada saat perkembangan tag merambah ke Brooklyn. Dia menebus masa tahanannya dengan membayar $ 20 dan menyerahkan namanya.

Wayne Robert a.k.a Stay High 149 | Sumber: http://thisistrovegeneralstore.files.wordpress.com
TAg Stay High 149 | Sumber: http://thisistrovegeneralstore.files.wordpress.com
Wayne Roberts dimasa sekarang | Sumber: http://www.frank151.com